Thursday, June 14, 2018

Novel EIRENE

Telah Terbit:

Novel EIRENE
 

Di atas bentangan hijau indah bukit itu pernah ada kisah.  Di setiap jejak lekuk lembahnya ada cerita. Di sana pernah ada insani yang saling peduli dan terikat dalam jalinan kasih sejati.

Kisah tentang 3 (tiga) anak manusia yang dipertemukan dalam waktu yang indah untuk saling mengasihi dan peduli.  Kasih persaudaraan, kasih persahabatan yang terjalin begitu erat dan hangat sampai takdir hidup menghadapkan mereka pada suatu persimpangan jalan untuk memilih.

Kasih yang membutuhkan perngorbanan, kasih yang membutuhkan ketabahan dan kasih itu juga yang membawa mereka masuk ke pintu kemerdekaan sejati  yang namanya keajaiban dalam pengampunan.

Melalui pintu itu EIRENE dilahirkan kembali untuk memberikan KEDAMAIAN abadi bagi Ken & Aditya dua insani yang dikasihinya 

Salam Literasi,
Meike Sumeler

Trilogy Love Story of Julian & Alein


TERIMA KASIH UNTUK

KOMEN-KOMEN YANG MASUK


Trilogi Kisah Kasih "JULIAN & ALEIN" merupakan kisah kasih yg membuat kita bisa tiba2 menangis...tapi bisa membuat kita tertawa juga...Hidup adalah perjuangan begitu juga perjuangan memelihara cinta diantara keluarga dan cinta diantara sesama....di dalam Tuhan semua menjadi indah pada waktunya....Terima kasih kepada pengarang yg sudah membuat sebuah kisah kehidupan yang sangat indah. (Poppy Komarga)

Halo Mei, saya sudah selesai baca buku-bukunya.  Bagus banget!   Banyak nilai-nilai etika dan norma-norma agama di dalamnya. Semalam baca sampai jam 01.00 subuh. Apa masih ada suami-istri kayak Julian-Alein di zaman ini? Jarang kali yah! Saya telah baca buku 1,2 dan 3,   benar-benar larut ikut terpesona dengan Julian & Alein. Mei pintar bawa orang larut dengan ceritanya. Selamat & Semangat untuk terus berkarya dan bisa menjadi nasehat bagi generasi muda, JBU. (Windy Mulyani Kho)

Hai ibu Meike Sumeler,
Aku dah baca novelnya.. wishhh nggak nyangka ibu bisa bikin novel seromantis ini. Jadi iri dech sama ibu, padahal kita sama2 bergabung di Aishiteru Menulis, tapi ibu duluan punya novel, trilogi lagi. Selamat ya bu... ngak sabar nunggu trilogi yg ke-3nya Bu. Nanti yg ke 3 nya aku mesti order. Ibuuuu novel yang 2 ini pengen dekat2 dan kangen2 terus sama suamiku... hehehe sekali lagi, selamat ya bu. Dan terima kasih kadonya. (Enggela Setiawati Isk)

Cerita Original dan edukatifrekomen untuk dibaca semua kalangan umur. Very inspiratif!  (Sam Jo)

Sebuah cerita yang bagus, asyik buat dibaca sehingga waktu santai jadi makin relax. (Elizabeth Wirawan)

Kisah cinta yang abadi sepasang merpati putih.  Trilogi Dearly Beloved Alein, My Marriage dan Two Little angels sangat C (Nita Tangkau)

Sunday, June 3, 2018

Novel EIRENE


E I R E N E 


PROLOG:

Di atas bentangan hijau indah bukit itu pernah ada kisah.  Di setiap jejak lekuk lembahnya ada cerita.  Di sana pernah ada insani yang saling peduli dan terikat dalam jalinan kasih sejati.
Tampak seorang pria tampan sedang menelusuri jalan setapak menuju puncak perbukitan.  Kemeja longgarnya yang senada dengan warna langit agak berkibar di hembus angin senja.  Ia hanya seorang diri dan langkahnya tenang menembusi alam senyap.  Seorang pelancong muda yang sedang menikmati alam indah sekitar perbukitan.
    Bukit ini adalah salah satu obyek pariwisata favoritnya.  Setiap tahun secara berkala ia akan datang mengunjunginya bagaikan seorang peziarah sejati yang selalu menunggu rembulan hatinya muncul dalam senyum teduh indahnya. Hatinyapun tersenyum puas sebelum ia berlalu dalam dekapan senyap.
Hari ini adalah kali ke-10 ia datang ke tempat penuh kenangan ini.  Setiap kali ia berkunjung maka dari jauh ia akan menyaksikan sepasang menjangan indah bersanding penuh kasih.  Kadang mereka bertutur penuh kata cinta tapi tak jarang mereka hanya berpelukan di lingkaran sunyi hati.
Melihat kecintaan sepasang kekasih ini bibirnya akan menyungging senyum penuh rasa syukur sekalipun sembilu rasa sepi terasa tajam menusuk di lubuk hatinya yang tersembunyi.  Ia pun akan berguman perlahan – “Inilah takdir kita semua!”  Kemudian ia akan bangkit berdiri dan perlahan-lahan menuruni lereng lembah yang mulai menghitam oleh jelaga malam.
Sore ini kembali ia berada di tempat yang sama dengan degupan perasaan yang masih tetap sama.  Tapi kali ini dia tidak melihat dua bayangan yang sama.  Seorang pria muda tampan di atas kursi rodanya bersama mempelai cantiknya yang duduk di sebuah kursi kayu lipat dengan gitar di tangannya.  Sore ini hanya ada satu bayangan yang nampak.
Wanita muda itu duduk bersimpuh di atas hamparan rumput hijau ditemani alunan petikan gitarnya yang bernada sendu penuh cinta bercampur menjadi satu.  Rambut kecoklatan sebahunya sebagian menutupi wajah cantiknya.  Pria ini pun terpana di tempatnya.
Udara terasa semakin dingin seiring dengan kepak sayang burung-burung kecil mengejar arakan mega menuju jalan pulang ke sarangnya.  Seakan tersadar dari pesona alam yang penuh daya magis wanita inipun menghentikan petikan gitarnya dan segera bangkit berdiri.  Ia mengibas-ngibas sebagian rerumputan kering yang menempel di kemeja putih panjangnya lalu menyandangkan gitar miliknya di atas punggung bahu.
Ia kemudian melenggok tenang gemulai siap meninggalkan area perbukitan.  Jenjang ramping kakinya yang telanjang berbalutkan sepatu boot coklat tampak begitu indah  dalam pandangan sang peziarah sunyi.
Bagaikan tersadar dari mimpi indah yang panjang pria inipun bergerak dari tempatnya seakan ingin menghampiri.  Mulutnya terbuka menyuarakan nama sang wanita tapi seakan tak ada suara yang mampu keluar terdengar.
Sang wanita perlahan-lahan melangkah semakin jauh dan bayangannya pun segera tertutup kabut senja. Hanya dendangnya yang berupa gumanan halus merdu sayup masih terdengar lapat-lapat kemudian hilang di telan desiran angin sepoi di sekeliling lembah pujian.

--{@-


Jakarta, 27 Mei 2018

Novel Two Little Angels


Novel:

TWO LITTLE ANGELS


Dunia Remaja adalah sebuah dunia paling indah dan penuh warna.  Ketika waktu berlari sedemikian pesat Alein dan Julian sempat tak menyadari bahwa kedua buah hati mereka telah melangkah memasukinya.
Jolie dan Liv, sepasang gadis kembar cantik rupawan selalu ada di bawah tudung perlindungan Ayah-Ibu yang sangat mencintai mereka.  Berdua tak pernah mimpi bahwa dunia remaja indah di sekeliling mereka ternyata mengandung ancaman bahaya yang tersembunyi.
Saat seorang di antara mereka berhadapan dengan sebuah kenyataan yang menakutkan maka sesaat berdua seakan hilang pegangan.  Hanya jalinan komunikasi baik yang dibangun sejak kecil membuat mereka berani mengungkapkan kepada kedua orang tuanya.
Julian dan Alein tersentak sadar dan memutuskan untuk segera ada di dunia mereka sebagai penolong yang akan menuntun mereka menuju tingkat kedewasaan penuh!

“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu”
(Amsal 1:8-9)

Untuk Pemesanan dapat melalui:
- Toko Pedia: Diandra Kreatif Book
- Shoope: Diandra_Creative
- Tersedia juga versi ebook di Google Play Book dengan kata kunci:
  Two Little Angels (Diandra Kreatif)
  Untuk info lebih lanjut hubungi Mimin melalui WA: 085786552423

Harga Buku : Rp. 75.000,-
Harga Ebook: Rp. 41.250,-

Salam hangat dari Penulis,
meike



Thursday, July 6, 2017

Novel MY MARRIAGE


Novel MY MARRIAGE 

Novel yang merupakan trilogi bagian kedua dari Kisah Cinta Abadi Julian & Alein sudah terbit ^^

ISBN                         :  978-602-336-450-3
Penulis                       :  Meike Sumeler
Penerbit                     :  Diandra Kreatif
Tanggal Terbit           :  2017-07-20
Jumlah Halaman       :  276
Berat Buku                :  300 gr
Kertas                        :  Bookpaper 57, 13x19 cm
Harga                         :   Rp. 63.500,00

Sipnosis:
Bagaikan Sepasang Merpati Putih, Julian dan Alein  belajar terbang bersama di atas kepakan sayap Cinta.  Jalinan cinta kasih yang murni membuat mereka kuat untuk bertahan menghadapi terpaan angin kehidupan yang kadang sepoi basah menyegarkan tapi tak jarang begitu tajam membadai seakan membelah jiwa.

Cinta dan keteguhan hati yang kokoh membuat mereka tetap berpegang kepada suatu Pengharapan abadi bahwa Pelangi Kehidupan terpampang Indah  di depan mereka.

“MY MARRIAGE” merupakan trilogi bagian ke-2 dari Novel “DEARLY BELOVED ALEIN”

Untuk pemesanan dapat melalui:
- Toko Pedia: Diandra Kreatif Book
- Shoope : Diandra_creative
- Tersedia juga versi ebook do Google PLay Book dengan kata kunci: My Marriage, Meike Sumeler  (Diandra Kreatif)

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi Mimin di Diandra via WA di: 085786552423

Harga buku  : Rp. 63.500,-
Harga ebook: Rp. 36.105,-


Salam Hangat dari Penulis,
meike  


Friday, June 9, 2017

Novel Dearly Beloved Alein




TELAH TERBIT:

Buku Novel     : DEARLY BELOVED ALEIN
Penulis             : Meike Sumeler
Penerbit           : Diandra Creative
Jlh Halaman    : 328 hal, 13 x 19 cm
ISBN               : 978-602-336-403-9
Harga buku cetak        : Rp. 75.000,-

SIPNOSIS:
Alein seorang Designer Interior muda cantik, cerdas dan berbakat yang bekerja di sebuah perusahan Interior Desain milik Pak Yo.  Ia memiliki masa depan karir yang cerah sambil menunggu kepulangan tunangannya yang sedang mengambil program Master of Business di Sydney.

Sampai suatu ketika Timmy mengabarkan suatu berita yang membuat Alein terhempas masuk dalam suatu pusaran takdir yang membingungkan dan membuatnya hampir putus asa.  Di titik puncak keputus-asaannya, Julian muncul, mengangkat dan membawanya terbang tinggi ‘ntuk menyongsong kilau cahaya fajar  kehidupan  baru yang penuh warna.

Sepekat apapun langit malam tanpa rembulan tetap akan ada hari esok yang menguak penuh harapan. 

Novel ini adalah awal mula dari Novel My Marriage dan Two Little Angels.

Untuk pemesanan dapat melalui:
- Toko Pedia: Diandra Kretaif Book
- Shopee: Diandra_Creative
- Tersedia juga versi ebbok di Google Play Book dengan kata kunci: Dearly Beloved Alein - Meike Sumeler (Diandra Kreatif)

Untuk info lebih lanjut WA Mimin di Diandra di nomor: 085786552423

Harga buku  : Rp.75.000,-
Harga ebook: Rp. 41.250,-

Salam hangat dari Penulis,
meike

--{@-


JUDUL CERITA: DEARLY BELOVED ALEIN
1. PERJUMPAAN
2. MIMPI DAN KENYATAAN
3.JARAK,CINTA DAN AIR MATA
4.PERJALANAN
5.PERSAHABATAN
6.KERINDUAN
7.PERJALANAN WAKTU
8.KALA CINTA DATANG MENYAPA
9.DEKAP AKU KASIH
10.KEHANGATAN KASIH
11.UJIAN CINTA
12.KESUCIAN CINTA
13. BAHAGIAMU BAHAGIAKU
14.JANJI SETIA
Profil Penulis







Glitter Graphics - GlitterMaker.com
http://www.GlitterMaker.com/ - Glitter Graphics - Quote Generator

Tuesday, November 22, 2016

Profil Perempuan Inspiratif Jilid 1


Sudah Terbit Buku "Profil Perempuan Inspiratif" Jilid I yang memuat 51 Profil Perempuan - termasuk di dalamnya Profil Aliya Nurlela (Sekjen FAM Indonesia - Kediri).

Profil Penulis termasuk salah satu di dalamnya :)

Jakarta, 27 Mei 2017
meike sumeler

Tuesday, November 8, 2016

Faith, Hope and Love


PURNAMA penuh CINTA tetaplah bersinar dimanapun kau berada.  TUHAN menyinarimu dengan wajahNYA dan akan selalu memberimu kasih karunia. (I can see the face of ancient Joseph on your forehead)


Ketika RINDU datang mendera, kusemat kata CINTA di antara diksi Puisi.  Sungguh kuakui Puisi adalah obat penawar rindu yang sangat mujarab (meike sumeler - 22 Nopember 2016)

"Ketika kebaikan hati turun seperti hujan di musim kemarau, Kebahagiaanpun mengalir membentuk Sungai Kehidupan.  Di situ aku merasa sangat terharu"  (meike sumeler - 7 Nopember 2016)

Tuesday, November 1, 2016

Syair Tujuh Belas Agustus


Segera terbit Buku Antologi Cerpen berjudul "Syair Tujuh Belas  Agustus" dalam Event Menulis bertemakan "KEMERDEKAAN"  yang ditulis oleh 17 Penulis dari seluruh Nusantara Tercinta.

Dalam event ini Penulis menyertakan sebuah Cerpen berjudul "LINTOLOL (Jangan Sebut Nama Itu)" mengisahkan sebuah nama sebutan tanpa wujud yang dapat dilihat.  Nama yang sering menjadi bahan perbincangan ramai di antara anak-anak kelas yang lebih tinggi tapi tanpa wujud nyata.

Sampai suatu ketika di usianya yang semakin dewasa, sang Ibunda bercerita tentang Pemilik nama tersebut dan hatinya pun luruh dipenuhi perasaaan haru biru.

Semoga kisah ini menginspirasi para Pembaca yang saya hormati.


Salam Literasi,

Meike Sumeler
01 November 2016

--{@-


Untuk Pemesanan Buku dapat menghubungi:
http://www.famindonesia.com
email: aktifmenulis@gmail.com
SMS call center: 081259821511

 

Wednesday, October 12, 2016

Sayap Sayap Cinta



Sudah Terbit Buku (Kumcer & Puisi) SAYAP SAYAP CINTA

"SAYAP-SAYAP CINTA" tercipta karena RINDU. Kidung Rindu yang senantiasa mengalun dalam jiwa, tercipta dalam imajinasi dan dilahirkan di ujung pena untuk dapat dikenang dalam memori kenangan indah.

RINDU kepada kota tercinta dengan semua yang pernah hadir di sana, masa kecil yang penuh kenangan. Kasih sejati yang berhiaskan pelangi serta keindahan alam nya yang tak pernah pupus dari ingatan.

RINDU yang dilukiskan oleh getaran hati sang Penulis di ujung pena kasih untuk dibawa terbang bersama angin senja di penghujung tahun 2016 untuk orang-orang terkasih.

Kutitip RINDU untuk Sepasang Merpati Putih yang terbang berpasangan di Negeri di atas Awan.  Akan selalu ada Kidung Rindu untukmu di hatiku.

RINDU...RINDU...dan SEMAKIN RINDU!


Buku "SAYAP SAYAP CINTA" telah  terbit dan di ikutsertakan dalam  Acara "Gebyar Launching 60 Buku" di bulan Maret 2017 oleh FAM Indonesia.


Jakarta, 30 Mei 2017
meike sumeler

--{@-

Friday, September 30, 2016

Kota yang Menjadi Kata


Sudah terbit Buku Antologi Puisi berthema "Pesona Kotaku" berjudul "Kota yang Menjadi Kata" ditulis oleh 24 Penulis Nusantara.  Penerbit: FAM Publishing Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Penulis menyertakan 1 (satu) buah Puisi berjudul: "Rindu Pulang" sebagai ungkapan rasa rindu akan Kota Kelahiran tercinta.

Salam Literasi!


Untuk info buku dapat menghubungi:
Http://www.famindonesia.com
Email: aktifmenulis@gmail.com
SMS Call Center: 081259821511

Monday, July 25, 2016

Goresan Pena Kehidupan


658 KUNTUM
CARNATION MERAH

Penuh Cinta dan Harapan kusemat benihmu di tangan sang Peladang
Carnation Merah
Penuh rasa Percaya yang tulus kuyakini kau ‘kan tumbuh dan berbunga
Carnation Merah

658 Kuntum Carnation Merah dalam genggaman impian dan harapan
Keindahan dan aroma wangimu sempat ku hirup dalam alam mimpi indahku
Hatiku bergelora dalam hangatnya cinta dan rasa rindu padamu
Kau Karya pertamaku di ladang imajinasi ini

Tanah sang Peladang kuyakini baik, gembur dan subur
Pada waktunya  telah mengeluarkan 20 tangkai Carnation Merah yang pertama
Kupersembahkan semuanya bagi orang-orang tercinta
Membagi keindahan penuh makna di hati yang merindu

Harapanku tetap berpacu dalam semangat dan rindu akan kehadiranmu
Ingin mendengar kabar mekarnya dirimu di taman literasi
Janji sang Peladang enam bulan semuanya ‘kan mekar mewangi
Aku menunggu dan terus menunggu!

Sang waktu berjalan tanpa jeda, waktu itupun terlampaui sudah
Sang Peladang berjanji segera memberi kabar seusai hari raya
Aku kembali menunggu penuh harap
Tapi janji hanya tinggal janji hanya ada harapan dan sebuah alasan

Konon katanya 658 Carnation Merah telah mekar sempurna
20 kuntum untukku dan sisanya di tangan para Pedagang bunga
Sayangnya hasil Carnation Merah tertahan di tangan mereka
Dalam bentuk tangkai bunga dan hasil penjualan

Bulan demi bulan terus berlalu, tahunpun berganti sudah
Harapanku semakin pupus komunikasipun terputus
Tak ada jawaban tak ada harapan
Aku hanya menerima hasil dari 53 tangkai Carnation malang

Kini, hanya satu permintaan dan harapanku
Sisa tangkai-tangkai bunga yang terabaikan itu dikembalikan padaku
Asa itupun tanpa jawaban dan aku hanya dapat menarik napas panjang
Melegakan sesak yang menggelegak di rongga dada

Sekarang hanya tersisa satu pertanyaan dalam diri ini
“Benarkah benih 658 Carnation Merah ini pernah ditanam seluruhnya?”
Hanya Tuhan dan sang Peladang yang tahu pasti!
Ku kubur dalam-dalam harapanku seiring menguapnya keyakinan itu

Ku tarik napasku panjang dan mengembuskannya perlahan-lahan
Kelegaan itu datang hatiku pun nyaman tenteram
Bibit pertama Carnation Merah masih tergenggam erat di tanganku
Pada waktunya ‘kan kusemai kembali untuk bertumbuh dan berbunga indah

Jakarta, 03 Agustus 2017
Sang Pencinta Carnation Merah
--{@-


GORESAN PENA KEHIDUPAN


PURNAMA PENUH CINTA

Kau selalu bersinar di kegelapan malam
Kau bertemankan bintang sejagad raya
Kau akan selalu ada di atas sana
Menerangi setiap hati di jelaga malam

Kesejukan Tjahaja lembutmu selalu penuh cinta
Kau tercipta karena kehendak Ilahi
Menerangi kegelapan malam membawa harapan
Di atas sayap cinta kau tersenyum menyebar cahaya

Segenap makhluk malam bergembira karenamu
Kau membawa kehangatan di dinginnya malam
Tapi kecemasan meliputi makhluk siang yang suka bersembunyi di balik tirai malam
Kau menelanjangi mereka sebulat lingkaran terangmu

Wahai Purnama yang dicintai Ilahi
Kegelapan tak pernah bisa menghapus Tjahaja kehadiranmu
Karena  kau tercipta dengan satu tujuan Ilahi
Bersinar di langirt malam selama bumi masih ada

Berbahagialah setiap makhluk yang  punya hati bersyukur
Kau membawa berkat di dunia yang semakin kelam
Tetaplah bersinar selama waktu masih ada
Pandang dan Lihatlah..wajah-wajah yang menatapmu penuh cinta

Kau sungguh PURNAMA yang PENUH dengan CINTA..!

Jakarta, 27 April 2017
Seorang Pencinta Purnama Malam
meike sumeler



THE WAY NO TURNING BACK

Garis hidup manusia adalah sebuah garis lurus tak memiliki jalan  kembali
Itulah yang kita namai umur manusia di muka bumi ini
Kehidupaa manusia selalu di awali dengan sebuah kelahiran dan diakhiri dengan kematian
Di tengah itu ada rentangan WAKTU yang harus kita  jalani bersama

Kelahiran bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini
Sebab kita tidak bisa memilih di negara dan keluarga mana kita ingin dilahirkan
Semua itu adalah anugerah dari Sang Pencipta yang mempunyai maksud dan tujuanNya sendiri
Kita hanya bisa menerimanya dengan tangan tengadah penuh ucapan syukur kepadaNya

Bagaimana kita menjalani  rentang WAKTU itulah yang terpenting
Agar kematian kita kelak tidak menjadi sia-sia berbekas sesal tak habis-habisnya
Kita dilahirkan dan ditakdirkan untuk hidup harmoni bersama Sang Pencipta Agung
Membawa kehidupan dan AnugerahNya yang indah bagi sesama insani hidup

Aku melihat ada kesia-siaan menggantung berat di atas langit kehidupan umat manusia
Berat menjerat dengan segala macam nafsu ketamakan, keangkuhan dan kemabukan
Semua ini datang memikat, menjerat dan menjadikan manusia budaknya
Merekapun menyembahnya dengan menghalalkan segala macam cara

Manusia lupa bahwa Sang Maha Kuasa pernah bersabda:
"Seperti ayam hutam yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai orang bebal."

Dalam kemabukan mereka lupa akan WAKTU
Ketika sang Waktu berlalu begitu tergesa  usia pertengahanpun terlampaui sudah
Tak ada satu kuasapun di dunia ini bisa menahan lajunya kaki sang WAKTU
Taburan benih menjadi matang dan WAKTU TUAI pun tiba

Sang PENUAI kepayahan menuai setiap taburan benih dalam hidupnya
Penabur benih baik menuai dalam sukacita kehidupan
Penabur benih jahat menuai dalam ketakutan dan kesesakan besar
Bagaikan badai puting beliung yang melanda tanpa mengenal batas belas kasihan

Wahai, anak manusia yang diciptakan dengan tujuan hidup yang mulia
Jauhkan hidupmu dari segala macam kejahatan dan kesia-siaan hidup
Carilah PENCIPTAMU selama IA masih berkenan di temui
Bangun hidupmu di atas dasar kehendak dan perintahNya yang membawa pada kehidupan abadi

Kelak saat kau datang menghadap tahtaNya kau tidak merasa malu karena ditolak
Sebab kau telah memilih jalan kehidupan sesuai dengan kebenaran dan rencana agungNya
Hidupmu berbuah melimpah dalam Kasih, Damai Sejahtera, Sukacita, Kebaikan, Kesabaran, Kemurahan, Kelemah-lembutan dan Pengusaan diri

Saat sanak keluarga, handai tolan datang mengucapkan "Deepest Symphaty" di depan jasad kasatmatamu
Ada kata-kata kenangan indah yang terucap tulus dan rasa rindu yang tersemat erat
Bukan cemooh dan rasa syukur yang pahit karena kau telah hilang lenyap dalam ketiadaan
Wahai, anak manusia hiduplah bijaksana semasih nafas masih dikandung badan!
Sesungguhnya hidup ini singkat dan berlalunya cepat!


Jakarta, 07 Februari 2017
Sang Perenung di Siang bolong

Meike Sumeler


JUBAH KERENDAHAN HATI
JUBAH SEORANG HAMBA ILAHI



Konon kisah klasik dari jaman ke jaman
Ada sebuah jubah tak berjahit dari atas ke bawah
Warisan seorang Raja Maha Mulia
Yang pernah datang ke alam dunia fana

Sebuah jubah maha sederhana
Untuk insani berhati sederhana
Dari Sang Raja Maha Mulia nan sederhana
'ntuk dipakai melayani di dunia fana

Di ujung jelaga sengat maut tak kenal belas kasihan
Ku serukan nama Sang Raja Pemilik nafas baka-ku
Ia datang dalam hangatnya cinta sejati
Menyelimutiku dengan jubah sederhana penuh kasih

Dari mata air kehidupan Ia memuaskan dahagaku
Dari roti manna tersembunyi Ia mengenyangkan jiwaku
Hati dan jiwaku pun bangkit bersorak memuji Dia
Cintaku bergelora 'ntuk Paduka ku seorang

Di atas alas ketaatan aku mengikuti Dia
Panji cinta kami berkibar mengiring langkah hidup ini
MataNya bercahaya menerobos pekat dunia gelap
BersamaNya aku selalu merasa aman tenang

Ku dekap erat jubah yang Dia beri
Menyembunyikan gemerlap cahaya yang Dia beri
BersamaNya seakan menari dalam pijaran cahaya
Geliat lengket kecongkakan janganlah sampai menjerat

Jalan kerendahan hati, itu pilihanku
Jalan cinta kasih penuh damai sejahtera
Aku bukan siapa-siapa dan tampil apa adanya
Karena Dia segalanya sebab itu aku ada

Jakarta, 12 Januari 2017
Seorang Musafir di Bumi

Meike Sumeler



NAMA ITU SUNGGUH AJAIB

Lorong yang ku lalui begitu lengang
Langkahku terasa ringan menyusurinya
Ruang demi ruang ku lalui
Udara menggantung dingin mencengkeram tulang

Di ruang itu ku lihat dia
Sosok tua kisut  menggeliat kesakitan
Ringkih kakinya membuat iba di hati
Darah mengalir dari bibir membasahi kain di dada

Dalam kesakitan ia menatapku mengiba
Hatiku tertusuk merasakan penderitaannya
Bibirku gemetar berucap, "Panggil Nama Yesus.."
Serukan, "Tuhan Yesus tolong aku...tolong aku Tuhan.."

Aku terdiam menatapnya, sungguh aku mengenal pengusaha kaya ini
Adakah ini fatamorgana yang menipu?
Perlahan nan pasti tubuhnya berubah pulih sempurna
Sinar di wajahnya merona hidup

Ia sembuh!
Ia pulih!
NAMA itu sungguh AJAIB!
Nama TUHAN yang berkuasa!

Akupun terjaga!
Senyap melingkupi sekelilingku
Fajar masih bergelung manja di balik selimut malam
Ternyata aku terbangun dari mimpi!

Sesaat aku terpekur dalam gelap
Mengingat-ingat kembali apa yang baru terjadi
Akupun terlempar pada suatu masa
Pada sebuah Kisah Nyata yang ku alami

Kisah di dalam sebuah ruang ICU
Saat ku menemani Ayah yang sedang sakit
Ia terbaring di antara deretan 6 penghuni ruang
Dan ku diijinkan berjaga di sampingnya

Kesenyapan ruang terisolasi ini
Sesekali terkuak oleh jeritan seorang Ibu
Ia mengaduh di setiap serangan yang datang mendera
Di saat tekanan darah memuncak tinggi dan ia tercekik megap tiada nafas

Kesakitan terus mendera berkesinambungan
Bayang kematian membututinya tak bisa menahan sabar
Anak yang berjaga tanpa jeda merintih dalam keputus-asaan
Ia kehilangan waktu kerja dan terancam di PHK

Sesuatu mendorongku begitu kuat
Akupun datang menghampirinya
"Apakah Ibu percaya ada Tuhan?" aku bertanya lembut sopan
Ia mengangguk sambil menahan keluh

"Ibu mau berdoa bersama kepadaNya?" ia mengangguk setuju
"Ibu, serukan namaNya saat kesakitan itu datang mencekik Ibu.."
"Berseru, "Tuhan Yesus tolong aku...tolong aku Tuhan Yesus.."
"Jangan serukan kata lain yang tak mengandung arti."

Sang Ibu melakukan dalam asa
Di setiap tarikan nafas ia menyebut Nama itu di hati
Di setiap cekikan di dada yang datang menerpa
Ia menyerukan Nama itu penuh semangat

Ke esokkan hari ku lihat ia dipindahkan ke kamar rawat biasa
Anaknya bersimpuh di lantai dingin mengucap syukur kepada Sang Ilahi
Sungguh NAMA itu AJAIB dan penuh KUASA
Nama Sang Pencipta Alam Semesta Raya ini

Tiada yang mustahil bagi Tuhan Allah yang Maha Kuasa
Tidak yang mustahil bagi orang yang percaya
Imannya telah menyembuhkan Ibu Ini
Kasih Setia Tuhan menjamah dan memulihkan dia

Syukur hanya kepada TUHAN
Kasih SetiaNya tak pernah berkesudahan
RahmatNya baru setiap pagi
Hati ku dipenuhi senandung syukur kepadaNya selalu

Jakarta, 06 Desember 2016
Meike Sumeler

(* Mimpi yang membawa kepada kenangan indah penuh arti di tahun 2008 di sebuah ruang ICU di RS Gunung Maria di kota 1000 Bunga yang indah)



ANDAIKAN KU BISA BELI MESIN PEMUTAR WAKTU

Antrian semakin kusut menyesakkan
Kaki ku menapak keluh dalam senyap
Denyut di kepala pun datang  mendera
Aku merasa jenuh bercampur lelah

Gadis di 'Cash Register" mulai mengusap peluh
Ia telah berusaha semampu dia dapat
Mengurai kepadatan dengan ujung jari lentiknya
Langkahku pun semakin mendekat padanya

Dia tersenyum mengucapkan "Selamat Sore"
Saat ku berdiri tepat di hadapannya
Sekonyong seorang bocah dekil nyelonong di hadapanku
Di tangannya tergenggam sebuah 'Beng Beng" kecil

Aku menatap dengan mata tak suka
"Antri Dik...semua orang sejak tadi sudah antri!"
Saat melihat mukaku masam tak bersahabat
Ia pun tertunduk dan mundur teratur

Aku bergegas membereskan belanjaanku
Segera mendorongnya keluar tanpa berpaling lagi
Duh, sejam lebih berdiri di tengah sesak antrian
Bukan suatu hal yang mudah untuk dinikmati

Ku tarik nafas melegakan isi kepala
Bersandar santai di jok kursi nyaman
Ku pejamkan mataku yang penat
Ingin tenggelam dalam relaksaksi perjalanan singkat

Tiba-tiba hati nuraniku berbisik halus
"Mengapa kau marah terhadap bocah itu?"
Aku tersentak dan menegakkan tubuh
Jantungku berdegup lebih cepat

"Mengapa kau geram dan tidak memberi kesempatan?
Bocah cilik dengan sebuah 'Beng Beng' di tangan
Bocah papa yang ingin segera menikmati makanan kecil itu?
Hatiku tertusuk oleh penyesalan dan rasa malu

"Tuhan, ampuni hambaMu yang tidak berbelas kasihan ini
Seharusnya 'Beng Beng' itu ku bayar kan sekalian...
Agar sang bocah tak perlu antri di belakangku
Ampuni aku yah Tuhan.." hatiku teriris menangis

Penyesalan tak pernah hadir di depan
Ia selalu mengintil di belakang
Seandainya  ku miliki sebuah mesin pemutar waktu
Kan ku kembali ke masa itu lagi

Aku ingin mengusap kepala sang bocah
Berucap lembut, "Dik, mari Kakak bayarkan sekalian saja."
Tapi waktu tak pernah bisa berputar kembali
Kesempatan itu tak pernah datang lagi

Hatiku meringis miris
Dalam penggalan penyesalan
Jadikan ini suatu pelajaran
Untuk diriku dan anak-cucu ku kelak


Jakarta, 02 Nopember 2016

Meike Sumeler

--{@-


(* Kenangan belasan tahun lalu akan seorang bocak cilik yang menggenggam sebuah 'Beng Beng' kecil di sebuah Supermarket)



TERBANG BERSAMA ANGIN MALAM

Langkah kaki-ku terasa sangat ringan kini
Kemanakah keletihan yang sering menggelayut di sana?
Kepalaku tegak ringan memandang alam sekeliling
Bibirku pun bersiul  riang gembira

Terik matahari di atasku seakan tak membakar kepalaku lagi
Gigitan dinginnya malam tidak menggigilkan tubuhku kini
Aku menengadah ke langit berucap lirih pada  kawanan awan berarak
“Yang Maha Kuasa sangat tahu apa yang hambaNya butuhkan.”

Bukankah terik panas di siang hari selalu membuatku berkeringat gelisah?
Gigitan Dingin di waktu malam seakan membawa ribuan tusukan halus di tubuhku?
Bahkan 2-3  cangkir kopi panas hanya dapat mengusiknya sejenak
‘ntuk kembali datang mendera jera

Kini aku dapat berlari  lincah menelusuri jalan-jalan perumahan ini
Aku dapat mengawasi tajam sampai ke sudut tersembunyi sekalipun
Ku hampiri setiap insani dan menyapa penuh kerendahan hati
Heran..,  mereka tak berpaling seakan aku tiada

Aku frustasi…aku emosi
Aku kembali memanggil…tiada yang bereaksi
Aku berteriak…sampai menjerit
Semuanya tetap menganggapku angin lalu

Aku bertanya kepada teman di sampingku
Diapun terpaku tak  memberi reaksi berarti
Aku emosi…aku marah
Aku mengulurkan tangan menggapai kekosongan

Aku terperanjat jiwaku tersentak
Keringat dingin  mengucur deras di sekujur tubuhku
Ketakutan melingkupiku
Tuhan, apa yang sudah terjadi dengan diriku?

Tiba-tiba seorang rekan bersuara lirih
“Sungguh hidup penuh misteri, umur manusia tak dapat diduga
Ia menghadap Sang Maha Kuasa
Di hari dia duduk di boncengan belakang sadel  motorku.”

Aku terlonjak tidak percaya, air mata mengalir menganak sungai
Adakah aku telah berpindah ke dunia  lain?  Dimanakah jalan untuk dapat kembali?
Aku berbalik dan menyusuri liku jalan yang  pernah ku jagai
Berharap segera bertemu  Penjemput kehidupan abadi

Entah berapa lama aku harus menunggu?
Aku tidak pernah tahu!
Aku bersimpuh di depan rumah tua  itu lagi
Melantunkan doa bagi keselamatan jiwaku


Jakarta, 25 Juli 2016
Meike Sumeler



(*Kenangan akan seorang Penjaga Malam yang setia)


SAYAP PATAH

Duhai Tuanku, pada siapa ku mengabdi
Kuhabiskan tahun-tahun hidupku mendampingimu
Dari merekah fajar sampai rembang fajar berikutnya
Kesunyian dan gelap telah menjadi teman sejatiku

Ku olah kuat ragaku untuk berbakti
Ku kuatkan hati untuk tetap bisa menemani
Ku bulatkan tekad untuk tetap mengikuti dalam setia
Duhai Tuanku, adakah tersedia sepotong hati untukku?

Umurku semakin merambah ke senja hari
Mataku melamur dan jantungku berdetak melamban
Kekuatan kuda-ku melemah sudah
Ku sadari aku tidak seperti dulu lagi

Aku merasa lemah , aku merasa lelah
Bekerja 7 hari seminggu selama 51 minggu setahun
Menghabiskan hampir seluruh cadangan energi dalam tubuhku
Aku merasa lemah dan terasa melayang dalam senyap

Pernah berkali-kali aku memutuskan pergi
Kau tetap datang mencari dan memintaku kembali
Kau mengikat janji untuk lebih mengasihi dan memperhatikan diriku
Membuatku ingin mengabdi sampai batas usiaku nanti

Kini kusadari aku lemah dan semakin merambah senja
Jantungku tak kuat lagi menahan luapan emosi labil Tuan
Janji Tuan tak ada satupun yang tergenapi
Semua hanyalah janji yang tak berarti

Sekarang aku pergi, jangan dicari lagi!
Aku ingin terbang bersama sayap fajar menyongsong masa senja hidupku
Bersujud di kaki Sang Maha Kuasa ‘tuk mendapatkan kedamaian
Di bawah tudung  putih kepalaku,  ku datang sujud menyembahNya

Duhai Tuanku
Semoga hari-harimu berlalu dalam kasih
Agar bermakna bagi sesama
Kelak berjodoh kita kan bertemu lagi


Jakarta, 21 Juli 2016
Meike Sumeler


(*Kenangan akan seorang Penunggang Kuda Besi tua..)

Sunday, June 26, 2016

Dua Sayap


Sudah terbit Buku Antologi Puisi berthema “Ayah & Ibu” berjudul “Dua Sayap” ditulis oleh 61 Penulis Nusantara,  Penerbit: FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Penulis menyertakan 2 buah Puisi berjudul “Sem Komarga & Emmy Sumeler”  sebagai ungkapan cinta yang sangat mendalam kepada kedua Papa & Mama yang telah berada di Sorga Kekal sekarang ini.


Salam Literasi!


Untuk Info Buku dapat menghubungi:
Email : aktifmenulis@gmail.com
SMS  Call Center : 081259821511